{ "Description": "File verifikasi kepemilikan domain untuk Office 365 - letakkan di akar situs web", "Domain": "smkn2cinangka.sch.id", "Id": "d00bd351-df80-4e6a-b2d2-922041aaeb7c" } Keputihan saat hamil, Normalkah?
Home » , , , , » Keputihan saat hamil, Normalkah?

Keputihan saat hamil, Normalkah?

Posted by Admin on Sabtu, Desember 07, 2019

Keputihan saat hamil, wanuta hamil, Keputihan normal
Wanita Hamil

Halo semua, apa kabar? Sudah lama sekali mimin tidak menulis diweb mimin yang tercintah ini. Rindu sekali dengan menulis. Baiklah tidak perlu panjang lebar curhatnya ya, hehe...

Kali ini mimin ingin berbagi informasi khususnya bagi para Ibu hamil dan para calon Bapak. Kalau yang udah senior mungkin pernah mengalami hal seperti ini.


Keputihan saat hamil, Normalkah? Pertanyaan ini biasanya terlontar dari perempuan hamil anak pertama. Perempuan hamil yang minim informasi tentang kehamilan secara medis mungkin akan was was dengan hal itu. 

Pada umumnya keputihan adalah hal yang normal dan biasa, namun jika disertai gejala gejala tertenu maka akan menimbulkan infeksi dan berjamur. Cairan keputihan merupakan salah satu tanda awal kehamilan, sedangakan cairan keputihan yang keluar pada saat hamil disebut leukorrhea. Apa penyebab keputihan saat hamil?

Keputihan pada saat hamil ini dikarenakan adanya aliran darah ke vagina dan peningkatan kadar hormon estrogen. Cairan keputihan ini akan melalui saluran servik dan menimbulkan lendir seperti putih telur. Biasanya pada trisemester akhir atau menjelang melahirkan cairan ini akan keluar lebih banyak. Kondisi seperti ini adalah kondisi yang normal. Lalu seperti apa keputihan yang tidak normal?

Perlu diketahui ciri keputihan yang normal adalah sebagai berikut:
1. Cairan berupa lendir kental berwarna bening atau putih susu jernih
2. Tidak berbau

Jika sudah mengetahui ciri keputihan yang normal seperti yang disebutkan di atas, maka selain dari ciri itu maka kemungkinan cairan keputihan tidak normal. Akan tetapi disini kami coba  menyebutkan beberapa ciri kondisi keputihan yang perlu diwaspadai:

1. Penyebab infeksi jamur atau candidiasis 
Seiring peningkatan hormon estrogen maka akan menyebabkan meningkatnya jamur yang tumbuh pada vagina atau biasa disebuth dengan candida. Jika hal ini terjadi maka akan mengakibatkan infeksi jamur. Seperti dikutip dari hellosehat.com bahwa satu dari empat wanita hamil yang mengalami infeksi jamur ini tidak membahayakan bagi bayinya. Untuk mengobati infeksi jamur pada vagina ini umumnya bisa diobati dengan obat-obatan yang tersedia di apotek atas saran dari dokter. Adapun ciri dari penyebab infeksi jamur pada vagina ini diantaranya

  • Nyeri dan disertai gatal pada vagina
  • Nyeri pada saat melakukan hubungan seksual
  • Vagina mengalami pembengkakan
  • Cairan yang keluar berwarna putih kuning berbau atau tidak berbau
  • Vagina terasa sakit saat buang air kecil

2. Penyebab tanda keguguran
Keputihan yang menjadi tanda keguguran atau hamil di luar rahim (kehamilan ektopik) ini yaitu keluarnya lendir berwarna kecoklatan dan disertai bercak darah. Dua sebab ini merupakan konisi yang berbahaya bagi ibu dan bayinya.

3. Penyebab penyakit menular
Jika keluar cairan berwarna kuning atau kehijauan dan disertai bau yang tidak sedap, kemungkina  itu adalah gejala penyakit menular seksual atau trikomoniasis. Hal ini beresiko menyebabkan persalinan prematur serta berat bayi tidak normal.

4. Penyebab infeksi bakteri atau bacterial vaginosis
Dikutip dari hellosehat.com bahwa 10 - 40 % wanita hamil yang mengalami infeksi jamur mengalami resiko cairan ketuban terinfeksi dan persalinan prematur. Ciri dari infeksi bakter ini yaitu keluarnya cairan lendir berwarna abu abu, putih keruh atau kuning pekat serta aroma yang asam atau amis.

Lalu bagaimana cara mencegah atau mengatasi keputihan tersebut?
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah, ketahui terlebih dahulu apakah keputihan tersebut normal seperti ciri yang telah disebutkan di atas. Namun apabila Anda tidak yakin segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda. Dan berikut adalah beberapa cara mengatasi keputihan saat hamil seperti yang dilansir dari aladokter.com 
  • Buang air kecil secara teratur
  • Hindari mencuci vagina menggunakan sabun mandi biasa kecuali cairan pembersih kewanitaan atas saran dokter.
  • Pilih bahan celana dalam yang mampu menyerap dengan baik
  • Gantilah sesering mungkin celana dalam
  • Tidur tanpa celana dalam dapat mengurangi resiko infeksi
  • Hindari menggunakan celana ketat dari bahan nilon
  • Konsumsi makan yang sehat dan cukup bergizi
Itulah beberapa informasi seputar keputihan saat hamil yang bisa kami berikan. Semoga bisa bermanfaat bagi yang mencari seputra hidup sehat. Konsultasikan segala keluhan yang Anda miliki ke dokter Anda.



Hidup Sehat Alamiah
SEPUTAR HIDUP SEHAT Updated at: Sabtu, Desember 07, 2019

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih sudah berkunjung ke Blog saya